Minggu, 25 Desember 2011

Intropkesi Diri

Bodoh ...memang bodoh.
malu...memang tak punya malu.
hina...memang hina...
kejam..memang sungguh kejam....
semua kehidupan ini diawali warna warni dan bentuk cerita kehidupan yang berbeda.
sering kali manusia selalu menafsirkan salah dalam kehidupan yang mereka jalani..

kehidupan ini ada banyak gejolak liku-liku kehidupan
bagaikan antara ombak dan berbatuan... apabila kau tak bisa menahan ombak besar itu maka kau akan terhanyut dibawa ombak yang deras..
namun apabila kau tak bisa menahan sakit dari batu - batuan yang menimpuk, maka kau tak akan pernah tau rasanya kehidupan.

adakalanya kadang terpikir oleh benak ?
ouh.... mungkin inilah hidup yang harus aku jalani ...
aku harus bersenang-senang selama hidupku dan aku bisa mempermainkan hidup ini dengan sesuka hatiku..
tak akan ada yang melarangku..
Tuhan pun menciptakan ak hadir kedunia, tentunya hanya untuk menikmati indahnya dunia yang diciptakan ???
betulkah ??
aku bebas merasakan kenikmatan yang belum pernah aku rasakan dalam hidup ini, tak peduli apapun kata orang..
yang menatapku dan mengguncingkan aku,,
menasehati aku dengan seolah dirinya tak sama sepertiku ?
munafik bukan ???

egoiss..egois sungguh egois...
pernahkah kau terpikir dengan hati nuranimu ?
apakah cara yang telah kau lakukan sudah benar dan menyenangkan hati disekililingmu ?
terutama Sang Pencipta ??
pernahkah kau berusaha untuk mencoba melakukan tindakan yang sesuai ajaran tata krama agama..
hidup ini seperti bumi yang berputar dan terus ber rotasi
berganti sesuai dengan perbuatan kau di dunia.
kehidupan yang universal ada timbal baliknya sesuai perbuatan .

cobalah gerakan langkah kita untuk maju ke depan jangan pernah menoleh ke belakang..
hdiup ini hanya sekali seumur hidup, jangan kau hancurkan hidupmu dengan hal duniawi yang menafsukan
mata yang mungkin hanya sekejap bila dirasakan.
seperti mengkedipkan kedua bola mata, dan ketika membuka nya akan hilang begitu saja.

lakukanlah waktumu dengan ajaran yang baik, demi masa depan yang akan membawa kita ke secercah harapan yang cerah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar